bali truly asia

Jika ditilik lebih jauh, sebenarnya ada salah satu indikator menggembirakan bahwa wisatawan mancanegara mulai banyak yang berminat untuk datang kembali ke Bali. Hal itu berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan Puslitbang Badan Pengembangan Kebudayaan dan Pariwisata yang bekerja sama dengan Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bali.
Hasil penelitian yang dilakukan sejak tanggal 6 sampai 23 Januari 2003 menunjukkan, 96 persen dari 522 responden turis asing menyatakan keinginannya lagi untuk datang ke Bali. Artinya, jika persoalan wabah SARS bisa segera selesai, pariwisata Bali sudah dapat menunjukan perbaikan yang signifikan.
Oleh karena itu, Pitana yang meraih gelar doktor di Australian National University kemudian mengungkapkan bahwa dirinya telah mengirim surat kepada Presiden Megawati melalui Menteri Kehakiman dan HAM agar pemerintah mempertimbangkan kembali soal pelaksanaan kebijakan itu.
"Kami sampaikan bahwa kami sangat mendukung pelaksanaan pencabutan pemberian visa itu. Tapi karena timing-nya kurang tepat maka kami mohon agar pelaksanaannya ditunda sampai membaiknya kondisi pariwisata di Bali," paparnya.
Tak cuma Pitana, harapan untuk bisa mendongkrak pariwisata Bali juga sempat disampaikan Yudi Anglican, Direktur Eksekutif Bali Tourism Board. Dia bahkan berharap, dengan digelarnya sidang-sidang sejumlah perkara bom Bali saat ini dapat memperbaiki citra Indonesia di mata dunia internasional.
Lantas, selama menunggu pulihnya keadaan, apa yang dilakukan masyarakat Bali sekarang? Menjawab hal itu, Mayong sang sopir tadi hanya mengaku pasrah. "Yah, mungkin ini sebagai teguran dari Tuhan. Kita sekarang disuruh berpikir dan memperbaiki kesalahan. Semua yang terjadi barangkali sebagai balasan dari apa yang telah kita perbuat selama ini. Dalam kepercayaan masyarakat Bali dikenal Karmapala (hukum karma). Kita itu disuruh kembali," tutur Mayong lirih.
Labels: melancong
Post a Comment