Thursday, April 26, 2007

testimoni

”Lembar ini disediakan untuk pengunjung blog yang ingin memberikan kesan dan pesan secara pribadi kepada pemilik blog ini dan isinya bebas, asal dibatasi dengan kesopanan dan kesantunan.

Klik Comment di bawah ini untuk memberikan testimoni dan terima kasih atas perhatiannya”.

Labels:

panca sembah



Pada umumnya, sebelum melakukan persembahyangan --baik dengan puja Trisandya maupun Panca Sembah-- didahului dengan penyucian badan dan sarana persembahyangan. Urutannya sebagai berikut:

1. Duduk dengan tenang. Lakukan Pranayama dan setelah suasananya tenang ucapkan mantram ini:

Om prasada sthiti sarira siwa suci nirmalàya namah swàha

Artinya: Ya Tuhan, dalam wujud Hyang Siwa hambaMu telah duduk tenang, suci dan tiada noda.

2. Kalau tersedia air bersihkan tangan pakai air. Kalau tidak ada ambil bunga dan gosokkan pada kedua tangan. Lalu telapak tangan kanan ditengadahkan di atas tangan kiri dan ucapkan mantram:

Om suddha màm swàha

Artinya: Ya Tuhan, bersihkanlah tangan hamba
(bisa juga pengertiannya untuk membersihkan tangan kanan).

Lalu, posisi tangan dibalik. Kini tangan kiri ditengadahkan di atas tangan kanan dan ucapkan mantram:

Om ati suddha màm swàha

Artinya: Ya Tuhan, lebih dibersihkan lagi tangan hamba
(bisa juga pengertiannya untuk membersihkan tangan kiri).

3. Kalau tersedia air (maksudnya air dari rumah, bukan tirtha), lebih baik berkumur sambil mengucapkan mantram di dalam hati:

Om Ang waktra parisuddmàm swàha

atau lebih pendek:

Om waktra suddhaya namah

Artinya: Ya, Tuhan sucikanlah mulut hamba.

4. Jika tersedia dupa, peganglah dupa yang sudah dinyalakan itu dengan sikap amusti, yakni tangan dicakupkan, kedua ibujari menjepit pangkal dupa yang ditekan oleh telunjuk tangan kanan, dan ucapkan mantra:

Om Am dupa dipàstraya nama swàha

Artinya: Ya, Tuhan/Brahma tajamkanlah nyala dupa hamba sehingga sucilah sudah hamba seperti sinarMu.

5. Setelah itu lakukanlah puja Trisandya. Jika memuja sendirian dan tidak hafal seluruh puja yang banyaknya enam bait itu, ucapkanlah mantram yang pertama saja (Mantram Gayatri) tetapi diulang sebanyak tiga kali. Mantram di bawah ini memakai ejaan sebenarnya, "v" dibaca mendekati "w". Garis miring di atas huruf, dibaca lebih panjang. Permulaan mantram Om bisa diucapkan tiga kali, bisa juga sekali.


Labels:

Saraswati dalam agama Hindu



Saraswati adalah dewi yang dipuja dalam agama weda. Nama Saraswati tercantum dalam Rgweda dan juga dalam sastra Purana Ia adalah dewi ilmu pengetahuan dan seni. Saraswati juga dipuja sebagai dewi kebijaksanaan.

Dalam Wedanta, Saraswati di gambarkan sebagai kekuatan feminin dan aspek pengetahuan — shakti — dari Brahman. Sebagaimana pada jaman lampau, ia adalah dewi yang menguasai Ilmu Pengetahuan dan Seni. Para penganut ajaran Wedanta meyakini, dengan menguasai ilmu pengetahuan dan seni, adalah salah satu jalan untuk mencapai moksa, pembebasan dari kelahiran kembali.

Labels:

dEwi duRga isTri DewA ShivA



Durga atau Durgā (Dewanagari दुर्गा) adalah sakti (=istri) Siwa. Dalam agama Hindu, Dewi Durga adalah ibu dari Dewa Ganesa dan Dewa Kumara (Kartikeya). Beliau kadangkala disebut Uma atau Parwati. Dewi Durga biasanya digambarkan sebagai seorang wanita cantik berkulit kuning yang mengendarai seekor harimau. Beliau memiliki banyak tangan dan memegang banyak tangan dengan posisi mudra, gerak tangan yang sakral yang biasanya dilakukan oleh para pendeta Hindu.

Di Nusantara, Dewi ini cukup dikenal pula. Candi Prambanan di Jawa Tengah, misalkan juga dipersembahkan kepada Dewi ini.


Labels:

dewa wisnu maha pemelihara



Dalam Purana, Dewa Wisnu menjelma sebagai Awatara yang turun ke dunia untuk menyelamatkan dunia dari kejahatan dan kehancuran. Wujud dari penjelmaan Wisnu tersebut beragam, hewan atau manusia. Awatara yang umum dikenal oleh umat Hindu berjumlah sepuluh yang disebut Dasa Awatara atau Maha Avatār.

Sepuluh Awatara Wisnu:
Matsya (Sang ikan)
Kurma (Sang kura-kura)
Waraha (Sang babihutan)
Narasimha (Sang manusia-singa)
Wamana (Sang orang cebol)
Parasurama (Sang Brāhmana-Kshatriya)
Rama (Sang pangeran)
Kresna (Sang pengembala)
Buddha (Sang pemuka agama)
Kalki (Sang penghancur)

Di antara sepuluh awatara tersebut, sembilan di antaranya diyakini sudah menjelma dan pernah turun ke dunia oleh umat Hindu, sedangkan awatara terakhir (Kalki) masih menunggu hari lahirnya dan diyakini menjelma pada penghujung zaman Kali Yuga.


Labels:

dEwA brahMa yang Maha Pencipta



Dewa Brahma adalah salah satu di antara Trimurti (Brahma, Wisnu, Çiwa). Dewa Brahma juga bergelar sebagai Dewa pengetahuan dan kebijaksanaan. Beberapa orang bijaksana memberinya gelar sebagai Dewa api. Dewa Brahma saktinya Dewi Saraswati, yang menurunkan segala ilmu pengetahuan ke dunia.

Menurut mitologi Hindu, Dewa Brahma lahir dengan sendirinya (tanpa Ibu) dari dalam bunga teratai yang tumbuh di dalam Dewa Wisnu pada saat penciptaan alam semesta. Legenda lain mengatakan bahwa Dewa Brahma lahir dari air. Di sana Brahman menaburkan benih yang menjadi telur emas. Dari telur emas tersebut, lahirlah Dewa Brahma Sang pencipta. Material telur emas yang lainnya menjadi Brahmanda, atau telur alam semesta.

Menurut cerita kuno, pada saat penciptaan alam semesta, Brahma menciptakan sepuluh Prajapati, yang konon merupakan ayah-ayah (kakek moyang) manusia pertama. Menurut Manusmrti, sepuluh Prajapati tersebut adalah: Marichi, Atri, Angirasa, Pulastya, Pulaha, Kratu, Vasishtha, Prachetas atau Daksha, Bhrigu, dan Narada. Beliau juga konon menciptakan tujuh pujangga besar yang disebut Sapta Rsi untuk menolongnya menciptakan alam semesta.

Menurut kisah di balik penulisan Ramayana, Dewa Brahma memberkati Rsi Walmiki untuk menulis kisah Ramayana yang menceritakan riwayat Ramachandra yang pada masa itu sedang memerintah di Ayodhya.

Labels:

Wednesday, April 25, 2007

tarian bali



Kemanapun anda bepergian di Bali, suasana dipenuhi oleh suara gamelan. Orang-orang memainkan gamelan di pura-pura ketika upacara keagamaan sedang berlangsung, di balai desa, dan di jalan-jalan ketika arak-arakan upacara pergi ke pura atau kuburan. Gamelan bahkan kadang-kadang dimainkan pula untuk menyambut pejabat tinggi pemerintahan yang sedang berkunjung.

Gamelan biasanya dilengkapi oleh beberapa orang penari. Untuk keperluan upacara di pura penari-penari ini biasanya mewakili beberapa generasi. Usia lanjut maupun tidak melalui latihan formal bukan merupakan halangan. Dalam upacara di pura anda mungkin saja melihat wanita-wanita berusia lanjut menari dengan gemulainya. Bisa jadi anda menjumpai seorang gadis kecil menari dengan bibir terbuka karena ibunya terlalu banyak memulaskan pewarna bibir. Anak laki-laki, perempuan, pria dan wanita semuanya menari. Tidak semua dari mereka melalui pendidikan formal dalam hal menari sebelum mampu menari di depan umum. Pokoknya mereka semua menari. Tapi mengapa mereka menari?

Jika kita bicara soal persembahan, apa yang ada dalam pikiran kita adalah bunga, buah-buahan, kue-kue, dan sebagainya. Untuk orang Bali suatu tarian adalah merupakan persembahan juga. Tujuan utama dari menari adalah untuk persembahan kepada Tuhan dan dewa-dewa, bukannya sebagai tontonan untuk masyarakat umum.

Dalam upacara di pura, untuk menyambut dewa-dewa sekelompok penari (kebanyakan wanita) menari mengitari pura utama sebanyak tiga kali. Sambil menari dalam gerakan sederhana tetapi anggun mereka membawa pula beberapa perlengkapan upacara seperti air suci, api, kain dalam berbagai warna, dan sebagainya. Penari-penari ini berkitar mengikuti arah putaran jarum jam sebagai simbol dari gunung. Kelompok gamelan memainkan gamelannya mengikuti penari-penari dan beberapa orang lainnya melantunkan lagu-lagu pujian kepada Tuhan.

Labels:

Jam OnLiNe

Google Docs & Spreadsheets -- Web word processing and spreadsheets. Edit this page (if you have permission) | Report spam